Menangani Kondisi Abnormal dalam Proses Kerja: Panduan Praktis dan Penting

abnormalitas kerja

Kondisi abnormal dalam pekerjaan seringkali menjadi momok bagi efisiensi dan kualitas hasil kerja. Istilah ini merujuk pada situasi di mana proses atau produk tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, seperti SOP (Standar Operasional Prosedur), Work Instruction, atau SOM (Standard Operating Manual). Ketika operator menemui kondisi abnormal, mereka harus segera mengambil tindakan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap proses kerja.

Langkah Pertama: Mengidentifikasi Abnormalitas

Ketidaksesuaian dengan keadaan biasa atau norma disebut sebagai abnormalitas. Ini bisa berupa perilaku yang menyimpang dari norma sosial atau produk yang tidak memenuhi standar kualitas. Ketika menemui kondisi abnormal, langkah pertama yang harus diambil adalah mengidentifikasi sumber masalah.

Langkah Kedua: Tindakan Korektif

Setelah mengidentifikasi sumber masalah, langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan korektif. Ini bisa berupa memperbaiki proses kerja yang bermasalah atau melakukan perbaikan pada produk yang tidak sesuai standar. Penting untuk melibatkan pimpinan atau atasan dalam proses ini agar tindakan yang diambil sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Langkah Ketiga: Pencegahan

Pencegahan adalah kunci untuk menghindari terjadinya kondisi abnormal di masa mendatang. Ini melibatkan evaluasi dan perbaikan terus-menerus terhadap proses kerja dan produk. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan risiko terjadinya kondisi abnormal dan meningkatkan efisiensi serta kualitas kerja.

Kondisi abnormal dalam pekerjaan adalah tantangan yang harus ditangani dengan serius. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, perusahaan dapat memastikan bahwa proses kerja berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan produk yang dihasilkan memenuhi kualitas yang diharapkan.

Dengan mengambil tindakan yang tepat dan mencegah terjadinya kondisi abnormal, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

Sumber: STECHOQ TRAINING CENTER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *